6.6 C
New York City
Senin, Januari 27, 2020
Beranda Sejarah Sejarah Pahlawan Indonesia Kapitan Pattimura

Sejarah Pahlawan Indonesia Kapitan Pattimura

Kapitan Pattimura adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Maluku. Perjuangan Kapitan Pattimura dalam melawan penjajah mendapat dukungan dari rakyat Maluku. Hal ini mengakibatkan nama Pattimura menjadi popular disana. Pattimura saat melawan penjajah tidaklah sendirian, dia didukung oleh berbagai macam lapisan masyarakat disana. Pada saat itu, penjajah Belanda masih dikenal dengan istilah VOC di Maluku.

Asal Usul Kapitan Pattimura

Pattimura memiliki nama kecil Thomas Matulessy, beliau lahir di daerah Haria Pulau Saparua Maluku pada tanggal 8 Juni 1783. Beliau merupakan seorang turunan bangsawan Maluku yang berasal dari Pulau Seram. Ayah dari Pattimura adalah Antoni Matulessy. Jadi Pattimura adalah cucu dari Kasimiliali Matulessy yang merupakan putra raja Sahulau. Sahulau adalah sebuah kerajaan kecil yang terletak di teluk Pulau Seram.

Dengan data biografi tersebut, bisa disimpulkan bahwa memang tekad pemberani dari Kapitan Pattimura berasal dari darah kakeknya yang merupakan bangsawan kerajaan. Sehingga ketika melihat VOC semena-mena terhadap rakyyat, hal ini tentu membuat Pattimura marah dan akhirnya mengangkat senjata untuk melawan VOC.

Perjuangan Kapitan Pattimura

Kapitan Pattimura adalah seseorang mantan militer dari Inggris. Pada saat Inggris menguasai Indonesia, Pattimura adalah tentara dengan pangkat sersan. Di ketentaraan Inggris Pattimura mendapatkan bekal untuk berperang dan bagaimana taktik untuk melakukan peperangan.

Pada saat Inggris menyerahkan Indonesia kembali ke tangan Belanda dengan nama VOC, VOC menetapkan sistem pajak atas tanah atau biasa disebut dengan istilah landrente. Selain itu VOC juga menerapkan praktek monopoli untuk hasil pertanian. Hal ini menyebabkan rakyat menjadi sengsara dan menolak semua sistem yang dibuat oleh VOC.

Selain faktor itu, berdasarkan perundingan Belanda dan Inggris, seharusnya tentara Inggris memiliki kebebasan untuk tetap membela penjajah (dalam hal ini Belanda) ataukah kembali menjadi masyarakat biasa. Namun faktanya semua mantan tentara Inggris dipaksa mengikuti VOC dan menerapkan praktek monopoli di masyarakat. Hal ini membuat Kapitan Pattimura geram dan akhirnya berjuang mengangkat senjata untuk melawan VOC.

Pada tahun 1817, pada saat Belanda kembali ke Maluku, rakyat Maluku yang mengangkat Pattimura sebagai pemimpin perang. Hal ini berkaitan dengan kondisi sosial politik yang memang tidak bagus antara VOC dengan rakyat. Kebijakan VOC dalam monopoli dan juga karena pajak atas tanah akhirnya membuat beberapa raja dan ketua adat Maluku bersatu melawan VOC. Pattimura juga berhasil menghimpun pasukan dalam jumlah banyak serta berhasil mengajak para raja untuk bertahan di benteng-benteng dalam memerangi VOC.

Keberhasilan Pattimura

Dalam perang melawan VOC, Pattimura tidak hanya berhasil mempersatukan pasukan dari kerajaan Ternate dan kerajaan Tidore saja. Pattimura juga berhasil menstimulasi kerajaan di luar Maluku untuk ikut serta berperang melawan VOC di daerahnya masing-masing. Beberapa di antaranya adalah Kerajaan Gowa di Makassar, kerajaan Bali, dan juga beberapa kerajaan di Pulau Jawa.

Keberhasilan Kapitan Pattimura yang lain adalah Pattimura berhasil memimpin perlawanan kepada Belanda tidak hanya menggunakan tentara di daratan. Dengan bekal pengalaman sebagai mariner tentara Inggris, Pattimura juga memiliki keahlian dalam perang di lautan. Hal ini tentu saja dikarenakan tentara Inggris memang sangat piawai dalam strategi peperangan laut, dimana saat itu memang dikenal sebagai penguasa lautan.

Akhir Perang Pattimura

Sebagaimana taktik Belanda saat menghancurkan peperangan di daerah lain, Pattimura juga dikalahkan dengan taktik divide et impera atau biasa disebut dengan taktik adu domba. Dengan menyusupkan beberapa mata-mata di kubu Pattimura, Belanda berhasil mengetahui beberapa rencana Pattimura dan akhirnya berhasil menangkap beberapa rekan Pattimura.

Akhirnya setelah beberapa temannya ditangkap, Pattimura juga berhasil ditangkap. Pattimura dijatuhi hukuman gantung pada tanggal 16 Desember 1817 menjelang peringatan natal di kota Ambon. Berdasarkan jasa-jasa tersebut, Kapitan Pattimura disematkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia.

Berdasarkan kisah sejarah Kapitan Pattimura di atas, kita bisa mengambil hikmah bahwa dalam berjuang tentu kita harus memiliki taktik dan strategi yang benar. Kita juga harus bisa menghimpun kekuatan oraang-orang di sekitar kita agar tujuan baik kita tercapai. Selain itu, sebagai seorang mantan tentara kerajaan Inggris, Pattimura tidak lupa terhadap bangsa Indonesia yang merupakan tanah tempat kelahirannya. Saat rakyat Maluku disakiti, Pattimura langsung maju untuk memperjuangkan rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Banjarmasin kembangkan wisata susur sungai berpadu agro wisata

Banjarmasin (ANTARA) - Wisata susur sungai terus dikembangkan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bahkan saat ini mulai dipromosikan dengan dipadukan agro wisata di wilayah...

Recent Comments