8.5 C
New York
Senin, Juli 13, 2020
Beranda Religi Hikmah Pesan Ali bin Abi Thalib untuk Pria Kaya dan Rumahnya

Pesan Ali bin Abi Thalib untuk Pria Kaya dan Rumahnya

Ali bin Abi Thalib berpesan agar sang saudagar bersikap tawadhu.

REPUBLIKA.CO.ID, Ali bin Abi Thalib merupakan khalifah terakhir (35-41 Hijriah/655-661 Masehi) dari kekuasaan Khulafaur Rasyidin (empat pemimpin terpilih pasca-Nabi SAW, yakni; Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman, dan Ali). Untuk kategori anak-anak (generasi muda), Ali dikenal sebagai yang pertama masuk Islam, serta Muslim kedua setelah Khadijah binti Khuwailid.

Ali tidak hanya dikenal sebagai gudang ilmu, tetapi juga keteladanannya. Di antara soal kesederhanaan yang diteladankan menantu dari Rasulullah SAW tersebut. 

Di antara kisahnya sebagaimana yang terjadi dengan pria paruh baya bernama ‘Ala bin Ziyad Al-Haritsi. Yang membedakannya dengan rakyat biasa adalah, ia saudagar kaya raya di masa kekhalifahan keempat, Ali bin Abi Thalib. 

Satu hari, dia mengundang Khalifah Ali berkunjung ke rumahnya. Sang khalifah memenuhi permintaan tersebut. Sesampai di rumah pengundang, Amirul Mukminin terkagum melihat kemewahan rumah ‘Ala. Ali yang istananya sangat sederhana itu mengomentari kemewahan tersebut: “Wahai ‘Ala, apa untungnya memiliki rumah sebesar ini, padahal engkau memerlukan rumah yang lebih besar dan lebih mewah kelak di akhirat?”

Semula ‘Ala menduga menantu Nabi SAW itu biasa hidup mewah di istana karena posisinya sebagai khalifah. Tapi sahabat Ali ternyata bukanlah ‘orang dunia’. Kekuasaan yang digenggamnya tidak lebih dari sekadar sarana untuk beribadah kepada Allah. Ia menguasai dunia, tapi tidak dikuasai dunia. Perubahan terjadi pada diri ‘Ala. Amirul Mukminin tahu betul ekspresi perubahan itu. Apalagi ia tahu bila ‘Ala mendapatkan kekayaannya melalui jerih payahnya sendiri, bukan dari KKN.

Khalifah Ali lalu menyampaikan pesan: “Wahai ‘Ala, engkau bisa menjadikan rumahmu yang besar ini sebagai kendaraan yang akan mengantarkanmu ke rumah yang lebih besar di akhirat kelak.” “Bagaimana caranya, wahai Amirul Mukminin?” respon ‘Ala. “Engkau buka rumahmu untuk para tamu yang menghajatkannya, ikat silaturahim di antara kaum Muslimin, bela, dan tampakkan hak-hak kaum Muslimin di rumahmu, jadikan rumah ini sebagai tempat pemenuhan hajat saudara-saudara sesama Islam, dan jangan batasi hanya untuk kepentingan dan keserakahan dirimu semata.” 

 

 

sumber : Harian Republika



Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Juara GP Styria, Hamilton semakin dekati rekor Schumacher

Jakarta (ANTARA) - Kemenangan Lewis Hamilton di Grand Prix Styria, Austria, Minggu, membuat sang pebalap Mercedes itu semakin mendekati sejumlah capaian rekor sepanjang masa...

Renault ajukan protes resmi terkait legalitas mobil Racing Point

Jakarta (ANTARA) - Renault mengajukan protes resmi ke FIA mempertanyakan aspek legalitas mobil balap tim Racing Point setelah performa kuat tim rival itu di...

Recent Comments