8.5 C
New York
Minggu, Mei 31, 2020
Beranda Olahraga Bola Pemain Barcelona Dinilai Tamak Ihwal Pemotongan Gaji, Ini Respons Suarez

Pemain Barcelona Dinilai Tamak Ihwal Pemotongan Gaji, Ini Respons Suarez


Suara.com – Penyerang Barcelona, Luis Suarez mengaku dirinya terluka akibat kritik seputar pemangkasan gaji para pemain di klubnya.

Seperti diketahui, para pemain Barcelona harus mengalami pemotongan gaji di tengah pandemi Virus Corona saat ini.

Langkah tersebut diambil manajemen Blaugrana –julukan Barcelona– demi tetap menyeimbangkan neraca keuangan klub di tengah nihilnya pertandingan sekarang, sebagaimana musim 2019/2020 memang sedang ditangguhkan imbas mewabahnya COVID-19.

Namun, sebelumnya santer dikabarkan jika para penggawa Barcelona sempat sangat keberatan dengan kebijakan pemotongan gaji ini.

Para pemain Barca pun kadung dicap tamak oleh sebagian kalangan, dan hal ini diakui Suarez sangat menyakitkan.

“Hal itu menyakitkan, karena kami (para pemain Barca) sebenarnya adalah pihak pertama yang ingin mencapai kesepakatan (soal pemotongan gaji,” kata Suarez kepada stasiun radio Uruguay Sport890, seperti dilansir AFP.

“Faktanya kami tahu situasi klub, situasi dunia saat ini, dan penundaan itu (kesepakatan pemotongan gaji) hanyalah soal detil besaran pemotongan. Ini yang menjadi sebab terlambatnya kesepakatan, tapi pada dasarnya kami semua setuju,” jelasnya.

“Namun, orang-orang mengatakan kami, para pemain, tidak ingin melakukannya. Itu amat menyakitkan, bahwa para atlet bola basket dan bola tangan (Barcelona) mencapai kesepakatan, sementara para pemain tim sepakbola tidak. Faktanya tidak seperti itu,” keluh striker kawakan asal Uruguay berjuluk El Pistolero itu.

Di kesempatan yang sama, Suarez yang masih bertahan di Spanyol, meminta agar lockdown diterapkan di kampung halamannya, Uruguay.

“Itu merupakan solusi terbaik bagi semua pihak. Saya tahu situasinya begitu berat di Uruguay bagi orang yang mengandalkan upah harian, namun jika kita tidak berjalan bersama dan menuju arah yang tepat, akan sulit untuk keluar dari situasi ini,” tuturnya.

Uruguay telah menutup sejumlah perbatasannya, menutup sekolah-sekolah dan pusat perbelanjaan, dan meminta masyarakat menjaga jarak satu sama lain.

Mereka belum menerapkan lockdown, dan dari catatan terakhir terdapat 350 kasus COVID-19 di negara Amerika Selatan tersebut dengan empat korban jiwa.



Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments