8.5 C
New York
Jumat, April 3, 2020
Beranda Religi Hikmah Mencium Harumnya Surga |Republika Online

Mencium Harumnya Surga |Republika Online

Berilah kabar gembira terhadap orang-orang yang sabar.

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Ina Salma Febriany

Belum selesai kepedihan kita semua tentang banjir yang melanda Ibukota di awal tahun 2020, Indonesia kembali dicoba dengan kehadiran virus corona dengan segala akibat yang ditimbulkannya. Bukan hanya seluruh stakeholder daerah yang mengerahkan segenap tenaga untuk menekan perkembangan virus agar merajalela, pemerintah pusat pun mengupayakan segala ikhtiar baik membeli ribuan sejumlah rapid test kit dari China, mendatangkan obat-obatan untuk para korban virus corona, hingga membuat kebijakan-kebijakan demi kemaslahatan rakyat Indonesia. Belum selesai keletihan fisik-psikis pemerintah—dalam hal ini Presiden Joko Widodo tentunya— Allah memberikan kejutan di luar dugaan dirinya; Ibunda beliau kembali keharibaan Allah, Rabu, 25 Maret 2020. Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un.. begitu sayangnya Allah, padamu, Pak Presiden.

Kendati sedang dalam guncangan batin dan kesedihan yang luar biasa, dalam keterangan pers-nya, seperti biasa, Presiden tetap terlihat tenang dan apa adanya. Beliau menghimbau agar para menteri tidak perlu bertakziyah mengunjungi kediaman Ibunda. Cukup memberi doa dan memaafkan kesalahan almarhumah, ucapnya. Untaian belasungkawa juga dihaturkan sejumlah pejabat dalam maupun luar negeri kepadanya. Presiden Jokowi mengapresiasi ucapan-ucapan dukacita untuk sang Ibunda. Ibu yang telah mengandung, melahirkan, membesarkan hingga sang anak menjadi orang nomor satu di Indonesia, Masya Allah…

Tak lama setelah keterangan pers resmi wafatnya almarhumah, baik media tv juga radio mengabarkan berita duka ini. Tak ayal, media online pun dibanjiri foto-foto almarhumah Ibunda Jokowi. Tak jemu-jemu saya tatap wajah almarhumah; perempuan sederhana, bersahaja dan teduh parasnya. Pasti, bukan persoalan yang mudah membesarkan anak laki-laki yang juga memiliki paras yang bijak dan tetap tenang—di tengah kemelut yang tengah dihadapi bangsa kita saat ini. Cerdik emosional, bagi saya. Tentu, karakter-karakter Jokowi yang begitu khas; merakyat, sederhana, bijak, mau berbaur dan mendengar suara rakyat jelata— hasil dari didikan seorang ayah dan juga Ibu yang membesarkannya. Seorang Ibu yang di dalam jiwanya terpancar keharuman dan  keelokan surga.

Kawan, saya ingin mengajak kalian semua melihat lebih dalam peristiwa yang sungguh menggetarkan hati ini., terlepas dari perbedaan politik  yang membuat intrik dan perpecahan—lupakanlah. Mari kita lihat cobaan yang dialami oleh Presiden Jokowi; sebagai cobaan yang pasti juga menimpa kita semua! Cobaan terberat yang dialami seorang manusia lemah ialah ketika kehilangan salah satu pintu surganya; baik ayah maupun ibu. Sosok ibu, sebagai pengejawantahan sifat ar-Rahman dan  ar-Rahim-Nya Allah, ada dalam fisik dan psikis seorang ibu. Siapakah kita tanpa seorang Ibunda, kawan? Tentu tiada artinya.

Kini, Presiden tengah berduka. Duka yang semoga turut dirasakan oleh segenap rakyatnya juga saya pribadi khususnya; yang jua terlahir sebagai seorang anak dari ibu luar biasa—sekaligus seorang ibu dari ketiga anak saya. Sungguh, kehilangan ibunda pasti menyisakan kepedihan yang luar biasa. Salah satu kesedihan yang juga dilukiskan Alqur’an dengan sangat rapi dalam Qs. Al-Baqarah/2: 155, “Dan sungguh, Kami akan mengujimu dengan rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta benda, kehilangan jiwa (seseorang), juga kekurangan buah-buahan. Maka, berilah kabar gembira terhadap orang-orang yang sabar,”  

Lima jenis ketakutan-ketakutan yang pasti dialami oleh kita semua menurut penggambaran Alqur’an di atas, pada hakikatnya bertujuan agar kita mau tunduk, merasa lemah, kembali, dan tawakkal kepada Allah—bahwa kita tidak mampu berbuat apapun, di luar kuasa dan kehendak Allah. Meski di saat yang sama, Presiden Jokowi mengalami dua peristiwa besar sekaligus rasa takut akan bahaya virus corona yang  melanda rakyatnya sekaligus kehilangan orang yang dicinta! Sungguh, bukanlah perkara yang mudah.

Sebagai penutup, mari kita sama-sama mendoakan almarhumah Sujiatmi Notomiharjo agar diampuni dosa-dosanya, diterima iman islamnya dan dilapangkan kuburnya. Terkhusus pula untuk Bapak Presiden Jokowi; semoga Allah berikan  ketenangan, ketabahan dan kekuatan untuk terus melanjutkan hidup dan meneruskan perjuangan. Juga, untuk kita semua yang telah kehilangan atau masih memiliki kedua orangtua—bersyukurlah. Maksimalkan bakti dan sayang kita kepada mereka, selagi mereka masih ada. Semoga, kita semua tercatat sebagai orang-orang yang berhak mencium harumnya surga—melalui pengabdian kepada kedua orangtua. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin..



Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments