8.5 C
New York
Sabtu, September 19, 2020
Beranda Peristiwa Keraton Agung Sejagat Diusulkan Jadi Wisata, Sujiwo Tejo Sentil Ganjar

Keraton Agung Sejagat Diusulkan Jadi Wisata, Sujiwo Tejo Sentil Ganjar

SuaraJawaTengah.id – Kemunculan Kerajaan Agung Sejagat (KAS) di Kabupaten Purworejo, Jawa tengah menggegerkan khalayak belum lama ini. Kerajaan tersebut mengklaim sebagai penerus Kerajaan Majapahit yang mengusai dunia.

KAS dipimpin oleh Totok Santoso Hadiningrat yang disebut Sinuhun dan teman wanitanya Dyah Gitarja atau Kanjeng Ratu. Namun, keduanya kini diamankan Polda Jawa Tengah karena dinilai meresahkan warga lewat KAS yang didirikan.

Menariknya tak lama setelah kasus KAS viral, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terlihat mengunjungi Keraton KAS yang berlokasi di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Hal itu ditunjukkan lewat video unggahan Ganjar melalui jejaring Twitter pribadinya. Bahkan Ganjar mengusulkan kalau eks Keraton Kerajaan Agung Sejagat tersebut dijadikan destinasi wisata lantaran ramai dikunjungi warga.

“Kemarin sempat mampir ke eks Keraton Agung Sejagat ini, ternyata ramenya minta ampun, sudah mirip tempat wisata. Sepertinya bagus juga jika kelak jadi destinasi wisata dengan polesan-polesan event budaya yang menarik. Menurutmu gimana?” cuit Ganjar seperti dikutip Suara.com, Kamis (23/1/2020).

Usulan tersebut lantas mendapat tanggapan dari budayawan Sujiwo Tejo. Ia mengaku setuju meski dengan pengecualian yakni mantan raja dan ratu KAS mendapat penangguhan penahanan.

Sebab menurutnya, tidak etis menjadikan KAS sebagai tempat wisata sementara mantan raja dan ratunya menderita setelah dijadikan tersangka. Hal itu dianggap sebagai aji mumpung.

“Setuju asalkan mantan raja dan ratunya diberi grasi. Tak elok mengambil keuntungan mampang-mumpung dari perbuatan orang yg meringkuk dalam penjara,” kata Sujiwo Tejo.

Cuitan Sujiwo Tejo soal eks Keraton Kerajaan Agung Sejagat dijadikan tempat wisata. (Twitter/@sudjiwotedjo)
Cuitan Sujiwo Tejo soal eks Keraton Kerajaan Agung Sejagat dijadikan tempat wisata. (Twitter/@sudjiwotedjo)

Pun bila pemerintah setempat enggan mengabulkan grasi tersebut, Sujiwo Tejo menyarankan agar eks Keraton KAS ditutup dan tidak dijadikan sarana untuk aji mumpung oleh banyak orang.

“Kalau tak ada grasi, mending lokasi itu ditutup. Jangan ada satu pun, termasuk tukang parkir, yg mengambil manfaat mampang-mumpung,” imbuhnya.

Sejak diunggah, cuitan Sujiwo Tejo telah mendapat 1,2 ribu retweets dan 2,1 ribu likes.



Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Vinales klaim pole position kedua kalinya secara beruntun di Misano

Jakarta (ANTARA) - Maverick Vinales pada Sabtu mengklaim pole position untuk kedua kalinya secara beruntun di Sirkuit Misano untuk start terdepan Grand Prix Emilia...

Lima aplikasi kencan online pilihan

Jakarta (ANTARA) - Teknologi sejak beberapa tahun belakangan ini membantu orang menjalin hubungan baru, pertemanan maupun percintaan.Berkenalan dengan orang yang baru lewat media sosial...

Bagnaia pecahkan rekor Misano untuk puncaki FP3 GP Emilia Romagna

Jakarta (ANTARA) - Pebalap tim Pramac Racing Francesco Bagnaia memecahkan rekor putaran di Sirkuit Misano setelah memuncaki sesi latihan ketiga pada Sabtu.Pebalap Italia yang...

Recent Comments