0.6 C
New York
Sabtu, Februari 29, 2020
Beranda Teknologi Internet Jurus Jitu Pemerintah AS Lacak dan Tangkap Imigran Gelap

Jurus Jitu Pemerintah AS Lacak dan Tangkap Imigran Gelap


Suara.com – Laporan dari The Wall Street Journal mengklaim bahwa pemerintahan Trump membeli akses ke database komersial, untuk mengetahui keberadaan jutaan orang Amerika dengan tujuan menindak imigrasi ilegal.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengakui telah membeli akses ke data, meskipun tidak membahas dengan detail bagaimana menggunakannya.

Menurut The Wall Street Journal, Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat, yang merupakan divisi dari DHS menggunakan data ini untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menangkap imigran yang tidak dilengkapi dokumen.

Divisi lain DHS yaitu Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan menggunakan database untuk melacak aktivitas smartphone di daerah terpencil di gurun dan tempat-tempat tidak biasa lainnya, di dekat perbatasan Meksiko untuk menangkap imigran yang masuk secara ilegal.

Data lokasi dikumpulkan dari aplikasi seluler dan game sederhana yang telah diizinkan oleh pengguna untuk mengetahui lokasi mereka. Ini adalah salah satu basis data terbesar yang diketahui digunakan oleh agen penegak hukum Amerika Serikat untuk melacak dan memantau orang.

Rupanya, data tersebut juga dibagikan dengan ICE untuk melacak organisasi penyelundupan manusia atau obat-obatan terlarang serta melakukan deportasi.

Ilustrasi penyelamatan imigran Libya. [AFP]
Ilustrasi imigran. [AFP]

Dilansir dari Android Authority, sepertinya penggunaan data oleh pemerintah Amerika Serikat ini termasuk dalam wilayah hukum, meskipun kasus ini belum pernah diuji di pengadilan sebelumnya.

“Ini adalah situasi klasik di mana pengawasan komersial yang merayap di sekor swasta sekarang merambat ke pemerintah,” ucap Alan Butler, penasihat umum Pusat Informasi Privasi Elektronik.

Sampai sekarang, sepertinya pemerintah Amerika Serikat akan terus melacak warga negara dan imigran secara legal menggunakan basis data ini untuk masa yang akan datang.



Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Doa Asma binti Abu Bakar As Shiddiq

Asma binti Abu Bakar As...

Apple pantau virus corona di Korsel dan Italia

Jakarta (ANTARA) - Apple Inc memantau secara teliti wabah corona yang kini meluas di Korea Selatan dan Italia, tempat pemasok perusahaan tersebut berada.Dikutip dari...

Jelang seri pembuka F1 2020, Ferrari masih harus banyak berbenah

Jakarta (ANTARA) - Kepala tim Matttia Binotto mengungkapkan jika Ferrari masih harus berbenah setelah tes pramusim Formula 1 di Barcelona usai pada Jumat, dua...

Recent Comments