8.5 C
New York
Sabtu, Juli 4, 2020
Beranda Teknologi Aplikasi Facebook sementara larang iklan masker, cegah eksploitasi corona

Facebook sementara larang iklan masker, cegah eksploitasi corona

Jakarta (ANTARA) – Facebook untuk sementara waktu melarang iklan dan daftar dagang masker wajah medis di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap eksploitasi terkait virus corona.

“Kami sedang memantau COVID-19 dengan cermat dan akan membuat pembaruan yang diperlukan untuk kebijakan kami jika kami melihat orang-orang mencoba untuk mengeksploitasi keadaan darurat kesehatan masyarakat ini. Kami akan merilis perubahan ini beberapa hari mendatang,” cuit direktur produk Facebook Rob Leathern.

“Silakan laporkan jika Anda melihat iklan seperti itu muncul (sudut kanan atas iklan) dan tandai (tag) di sini juga agar tim kami bertindak,” dia melanjutkan dalam cuitannya lewat akun Twitter-nya @robleathern, Sabtu (7/3).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan banyak orang yang telah memborong masker dan peralatan lain yang menyebabkan kekurangan alat pelindung bagi pekerja medis, yang menempatkan nyawa mereka dalam risiko besar tertular virus corona tersebut.

Sebelumnya, Facebook mengumumkan larangan iklan untuk produk medis yang secara keliru menyebut suatu barang dalam jumlah terbatas, dan promosi palsu “obat” atau metode pencegahan untuk COVID-19.

Baca juga: Karyawan kontrak Facebook di Seattle didiagnosis terjangkit corona

Baca juga: Facebook batasi pengunjung kantor karena virus corona

Selain itu, dikutip dari The Verge, Minggu, Facebook juga akan memblokir grup atau halaman bertema virus corona. Aturan tersebut juga berlaku untuk Instagram.

“Pembaruan: Kami melarang iklan dan daftar dagang yang menjual masker di Instagram dan Facebook. Persediaan terbatas, harga naik, dan kami menentang orang yang mengeksploitasi darurat kesehatan masyarakat ini. Kami akan mulai meluncurkan ini dalam beberapa hari ke depan,” cuit kepala Instagram, Adam Mosseri.

Facebook menutup salah satu kantornya di Seattle setelah seorang kontraktor di sana dinyatakan positif virus corona, dan meminta 5.000 karyawan perusahaan yang berbasis di Seattle itu untuk bekerja dari rumah hingga 31 Maret.

Facebook juga menutup kantornya di London sampai Senin (9/3) setelah seorang karyawan yang berkunjung dari Singapura didiagnosis terkena virus corona.

Sementara itu, eBay dan Amazon juga telah memperbarui aturan mereka seputar barang dagangan terkait virus corona. Dalam pemberitahuan kepada penjual, Jumat (6/3), eBay mengatakan mereka melarang semua penjualan masker, cairan pembersih tangan, dan tisu desinfektan dalam upaya untuk membendung persaingan harga.

Amazon telah menghapus daftar pihak ketiga yang secara signifikan menaikkan harga cairan pembersih tangan dan masker wajah.

Baca juga: Karyawan diduga terinfeksi corona, Facebook tutup kantor di London

Baca juga: Karyawan Facebook dan Google di Silicon Valley kerja dari rumah

Baca juga: Facebook, Google rekomendasikan karyawan San Francisco kerja di rumah

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Inovatif, rumah hantu dengan konsep “drive-in” di Tokyo

Jakarta (ANTARA) - Setelah konser dan bioskop drive-in, giliran rumah hantu yang mengusung konsep pengalaman dari dalam mobil.Sebuah kelompok pertunjukan di Jepang mulai menggelar...

Recent Comments