8.5 C
New York
Senin, Maret 30, 2020
Beranda Teknologi Internet Abaikan Social Distancing, Cara Polwan Bubarkan Warga Ini Ampuh!

Abaikan Social Distancing, Cara Polwan Bubarkan Warga Ini Ampuh!


Suara.com – Himbauan untuk beraktivitas di rumah demi mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) masih diabaikan oleh sebagian masyarakat Indonesia di berbagai daerah. Bahkan, para polisi harus turun tangan untuk membubarkan warga yang masih asyik nongkrong di tempat makan atau membuat kerumunan.

Walau begitu, beberapa warga masih sulit dan ngeyel saat dibubarkan. Namun belakangan, beredar sebuah video di media sosial Twitter yang merekam seorang polwan tengah membubarkan warga dengan cara yang cukup efektif.

Dibagikan oleh akun Twitter @Chisca80029762 pada 24 Maret, pemilik akun mengunggah video berdurasi 30 detik yang merekam seorang polwan tengah berdiri di sebelah mobil polisi dengan mikrofon di tangannya.

Dalam video tersebut, polwan itu memberi tahu warga bagaimana jika terinfeksi virus Corona dan meninggal dunia. Ia menyebut bahwa prosesi pemakaman tidak bisa dilakukan layaknya seperti jenazah pada umumnya.

“Kalau positif kena Corona ini rek, kalau meninggal nggak ditungguin keluarga lho ya. Kalau meninggal itu dibungkus plastik, nggak boleh dimandikan, hanya ditayamumi saja. Dibungkus plastik, nggak diantarkan keluarga yo rek. Yang menguburkan hanya tenaga medis. Aduh… nggak punya takut, ya ampun… ayo rek, cepet pulang rek,” ucap polwan tersebut dalam logat bahasa jawa yang kental. Menurut keterangan dalam video, kejadian ini terjadi di Jawa Timur.

Dalam video itu juga terekam, selama polwan tersebut berbicara, beberapa warga yang masih berkumpul perlahan pergi dengan motornya masing-masing.

“Cara polwan ini cukup efektif membubarkan kerumunan warga yang lagi di warung, cukup dengan pendekatan agama semua pada takut. Bravo polwan,” tulis pemilik akun @Chisca80029762 dalam kolom keterangan.

Himbauan Polwan bubarkan kerumuman. [Twitter]
Himbauan Polwan bubarkan kerumuman. [Twitter]

Video yang telah ditonton sebanyak lebih dari 130 ribu penayangan dan dibagikan sebanyak lebih dari 4.200 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet.

“Dihimbau pakai undang-undang, pakai penjara, pakai denda, nggak ngurus. Diinfo mengenai mati nggak dianter, langsung bubar,” tulis akun @hericz.

“Bu polwan terlalu sabar. Nggak ada adegan marah-marah. Arek arek iki ancen nduablek kok,” komentar @Aamiichaaan.

“Actually that was right.. barusan kenalan mengalami hal yang sama. Walaupun masih suspect, dan belum keluar hasil labnya, tapi pemakamannya dilakukan seperti itu. Dibungkus plastik, petinya dilem, nggak ada keluarga yang deket-deket pas acara di kuburan,” ungkap @cadd_pinterest.

“Haha betul ampuh banget. Gue ngingetin orang tua jangan keluar rumah tapi masih aja pergi ke pasar. Pas dikasih tau begini baru diem di rumah,” tambah @nblhslsbl.

“Mendengar logat Jawa Timuran tapi nggak misuh-misuh dan nggak dibumbuin kata “jnck” kok kayak kurang greget gitu lhooo hahaha. Tapi makasih bapak ibu polisi, jaga kesehatan,” cuit @annisawidi.



Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments